Pengaruh Teknik Progressive Muscle Relaxation Terhadap Tingkat Depresi Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa

Nury, Yueseva (2018) Pengaruh Teknik Progressive Muscle Relaxation Terhadap Tingkat Depresi Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa. Undergraduate thesis, STIKes Insan Cendekia Medika Jombang.

[thumbnail of JURNAL YUESEVA.docx] Text
JURNAL YUESEVA.docx - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (44kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 1-6 yueseva.docx] Text
BAB 1-6 yueseva.docx - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Hemodialisa adalah terapi pengganti ginjal yang diperlukan untuk menangani penurunan fungsi ginjal secara progresif akibat penyakit gagal ginjal kronis. Terapi yang kompleks serta tanda kondis fisik yang diakibatkan dari penyakit Gagal Ginjal Kronik dan hemodialisa mengakibatkan stressor berat dan berujung pada gangguan mood (depresi) tersendiri bagi. pasien. Teknik progressive muscle relaxation adalah salah satu terapi nonfarmakologi yang mampu menurunkan kondisi depresi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh teknik progressive muscle relaxation terhadap perubahan tingkat depresi pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani di RSI. Sakinah Mojokerto. Pada penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimen dengan pendekatan pre-test pos- test control group design. Sampel 30 orang diambil dengan simple random sampling. 15 orang kelompok eksperimen diberikan teknik progressive muscle relaxation 2 kali setiap hari selama semingu (rutin) dan 15 orang kelompok kontrol diberikan teknik progressive muscle relaxation 2 hari sekali seminggu (tidak rutin). Pengumpulan data menggunakan kuesioner Beck Depresion Inventory. Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan bahwa p value (0,001) < α (0,05), sehingga Ho ditolak artinya terdapat pengaruh teknik progressive muscle relaxation (rutin) terhadap tingkat depresi pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisa. Untuk uji U-Mann Whitney menunjukkan bahwa p value (0,005) < α (0,05), artinya Ho ditolak,. Jadi, ada perbedaan perubahan tingkat depresi pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Terapi progressive muscle relaxation mampu meningkatkan produksi melatonin, serotonin dan menurunkan hormon stres kortisol. Progressive muscle relaxation juga mampu menurunkan ketegangngan otot, menciptakan pikiran positif sehingga berpengaruh pada penurunan tingkat depresi. Relaksasi yang dilakukan secara rutin mampu mengalihkan stressor depresi setiap harinya Kata kunci : Depresi, Hemodialisa, Progressive Muscle Relaxation.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Depresi, Hemodialisa, Progressive Muscle Relaxation.
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Program Studi > S1 Ilmu Keperawatan
Depositing User: Repository STIKES ICME Jombang
Date Deposited: 06 Jul 2020 08:59
Last Modified: 11 Jan 2021 12:10
URI: http://repository.itskesicme.ac.id/id/eprint/3304

Actions (login required)

View Item View Item