Asuhan Keperawatan Pada Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) Di Ruang Sunan Gunung Jati RSI Sakinah Mojokerto

Anjani, Eka Ratna (2026) Asuhan Keperawatan Pada Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) Di Ruang Sunan Gunung Jati RSI Sakinah Mojokerto. S1 Profesi Ners thesis, ITSKes Insan Cendekia Medika Jombang.

[thumbnail of KIAN EKA RATNA ANJANI.pdf] Text
KIAN EKA RATNA ANJANI.pdf - Published Version

Download (4MB)
[thumbnail of receipt_EKA RATNA ANJANI.docx.pdf] Text
receipt_EKA RATNA ANJANI.docx.pdf - Published Version

Download (208kB)
[thumbnail of EKA RATNA ANJANI.docx.pdf] Text
EKA RATNA ANJANI.docx.pdf - Published Version

Download (9MB)

Abstract

Pendahuluan: Gangguan sistem pernapasan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan di layanan kesehatan, terutama pada pasien dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai masalah keperawatan, di antaranya pola napas tidak efektif dan bersihan jalan napas tidak efektif, yang apabila tidak ditangani secara tepat dapat memperburuk status respirasi pasien. Peran perawat sangat penting dalam melakukan pengkajian, penegakan diagnosa keperawatan, serta pelaksanaan intervensi yang tepat untuk meningkatkan ventilasi dan oksigenasi pasien. Metode: Penulisan ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, dan pemeriksaan fisik, khususnya pada sistem pernapasan. Analisis data dilakukan berdasarkan data subjektif dan objektif yang mengacu pada Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), dan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan klien mengalami sesak napas yang memberat, peningkatan frekuensi napas, penggunaan otot bantu pernapasan, pernapasan cuping hidung, batuk tidak efektif, serta bunyi napas tambahan ronki. Berdasarkan data tersebut, ditegakkan dua diagnosa keperawatan utama, yaitu pola napas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya napas dan bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan hipersekresi jalan napas. Implementasi keperawatan difokuskan pada pemantauan status pernapasan, pemberian posisi yang nyaman, latihan pernapasan, serta upaya membantu pengeluaran sekret. Evaluasi menunjukkan adanya perbaikan pola napas dan penurunan keluhan sesak secara bertahap. Kesimpulan: Asuhan keperawatan yang komprehensif dan berfokus pada masalah utama pernapasan mampu meningkatkan status respirasi pasien. Penanganan bersihan jalan napas yang efektif berkontribusi dalam memperbaiki pola napas, sehingga penting bagi perawat untuk memprioritaskan intervensi yang tepat dan berkesinambungan. Kata kunci: PPOK, Pola Napas Tidak Efektif, Bersihan Jalan Tidak Efektif

Item Type: Thesis (S1 Profesi Ners)
Uncontrolled Keywords: PPOK, Pola Napas Tidak Efektif, Bersihan Jalan Tidak Efektif
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Program Studi > Profesi Ners
Depositing User: Eka Ratna Anjani
Date Deposited: 15 Apr 2026 12:28
Last Modified: 15 Apr 2026 12:28
URI: http://repository.itskesicme.ac.id/id/eprint/8243

Actions (login required)

View Item View Item